Setiap Insan manusia yang hidup dimuka bumi ini tak pernah luput dari masalah,baik itu masalh kecil maupun masalh yang cukup serius,tergantung dari cara pandang dan siapa yang menmandang masalah itu sendiri.Terkadang kita kurang tepat memandag masalah itu sehinggga berdampak semakin memperburuk efek dari musibah itu sendiri…
1.Memandang musibah sebagai kekejaman dari Allah.
Atau bentuk kebencian Allah terhadap Manusia,seakan Dia tidak lagi memiliki Kasih Sayang.Maka Musibah tidak membuatnya menjadi sadar serta menyesali kekhilafannya,tetapi membuatnya semakin membenci dan menjauhi Allah SWT.
“Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezkinya,maka dia berkata:”Tuhanku menghinaku”
(Al-Fajr<89>:16)
2.Tidak mau mengambil Pelajaran.
Bisa jadi sesungguhnya musibah datang akibat sikap dan perbuatan kita yg lalai atau banyak berbuat zalim karena mengikuti nafsu.Karena itu musibah sebenarnya berfungsi untuk menyadarkan kita dari kesalahan ini.
“Ingatlah,sesungguhnya mereka itulah orang -orang yg membuatnya kerusakan,tetapi tdk sadar”
(Al-Baqarah <2>:12)
3.Merasa sedih yg mendalam dan kecewa yg berlarut-larut.
Inilah yg menjadi respon otomatis ketika seseorang tertimpa musibah.Mereka bersedih sepanjang waktu,meratap yg berkepanjangan,dan akhirnya banyak yg berputus asa sehingga menutupinya dengan mencari pelampiasan yg keliru yg malah menambah beberapa masalah baru.
Mereka sadar atau tidak,bahwa tindakan itu tidak bisa mengubah masalah awal menjadi lebih baik.
“Dan jika kami rasakan kepada manusia suatu rahmat(nikmat) dari kami kemudian rahmat itu kami cabut daripadanya,pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.”
(Hud<11>:9)
4.Menolak musibah dengan berbuat sirik.
Sebuah kejahilan yg masih terjadi di sekitar kita,banyak orang melakukan usaha memperlancar rizki dengan tradisi ‘Sedekah bumi:nyadran,larung sesaji atau sejenisnya.Adapula yg hrs menanam kepala kerbau saat akan memulai kegiatan pembangunan suatu gedung atau jembatan.Suatu kesia-siaan yg dilakukan bahkan oleh orang kita yg Berpendidikan cukup tinggi.
5.Menyesal ketika musibah datang,tetapi mengulanginya kembali di lain waktu.
Banyak dari kita yg bertobat dengan penyesalan yg dalam ketika ditimpa suatu musibah tetapi ketika waktu berlalu dia kembali melakukan kesalahan-kesalahan sebelumnya.
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring,duduk,atau berdiri,tetapi setelah kami hilangkan bahaya itu daripadanya dia (kembali) melalui( jalannya yg
Sesat),seolah-olah dia tdk pernah berdoa kepada kami untuk (menghilangkan) bahaya yg telah menimpanya.Begitulah orang-orang yg selalu memandang baik apa yg selalu mereka kerjakan”
(yunus <10>:12)

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.